Kota Cirebon, Jawa Barat – Dalam rangka menanggulangi dan memutus rantai penularan kasus Campak-Rubela, Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan Kota Cirebon telah melaksanakan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela pada tanggal 22 Januari sampai dengan 14 Februari tahun 2026 di wilayah Kota Cirebon.
Kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela ini merupakan langkah respons cepat terhadap adanya peningkatan kasus Campak-Rubela sehingga secara epidemiologi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela ini ditujukan untuk sasaran anak-anak yang berusia 9 bulan s.d <13 tahun sesuai kajian epidemiologi yang telah dilakukan. Pelaksanaan imunisasi ORI Campak-Rubela dilakukan secara serentak di fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas, sekolah, serta melalui kegiatan sweeping di wilayah dengan cakupan rendah, guna memastikan seluruh sasaran mendapatkan perlindungan optimal.
Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela ini turut didukung oleh Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Komisariat Kota Cirebon yang berperan aktif dalam pendampingan teknis, penguatan surveilans epidemiologi, analisis data kasus, serta edukasi kepada masyarakat. Dukungan tenaga epidemiolog kesehatan sangat membantu dalam memastikan kegiatan berjalan sesuai standar kewaspadaan dini dan respons Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selama periode pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela, telah dilakukan koordinasi lintas sektor dengan pihak kecamatan, kelurahan, satuan pendidikan, serta tokoh masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya imunisasi sebagai upaya perlindungan individu dan komunitas (herd immunity). Selain pemberian imunisasi, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi mengenai gejala Campak-Rubela, pentingnya pelaporan dini, serta pencegahan penularan kasus campak.
Dengan terselenggaranya kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela ini, diharapkan terjadi peningkatan cakupan imunisasi serta penurunan risiko penyebaran kasus campak-rubela di wilayah Kota Cirebon. Pemerintah Kota Cirebon bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sistem surveilans dan respons cepat guna mendeteksi secara dini kasus penyakit yang berpotensi KLB serta demi menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


PAEI – Official Website