PP PAEI

Sudah Saatnya Kalimantan Tengah Membentuk Cabang PAEI

PAEI Kalimantan Tengah

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono, mendorong agar di Bumi Tambun Bungai, terbentuk cabang PAEI sehingga ada wadah organisasi bagi tenaga epidemiologi asal Kalimantan Tengah. Apalagi hingga saat ini sudah terbentuk di 25 provinsi. “Tenaga epidemologi sudah lama ada. Tapi tidak terwadah dalam …

Selengkapnya »

Selamat Hari Ulang Tahun PAEI ke-29

Selamat Hari Ulang Tahun Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia ke-29

Selamat Hari Ulang Tahun Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia ke-29 (14 Maret 1989-2018). Semoga tetap sukses dan berkarya untuk kemanusiaan. Terima Kasih untuk segenap pengurus atas kerja keras Anda semua. Tanpa Saudara, PAEI tidak akan dapat berkembang. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa, mencatat kerja keras Saudara sebagai amal ibadah, dan …

Selengkapnya »

Menghitung Faktor Resiko Difteri

Difteri dapat dicegah dengan imunisasi

PAEI JABAR – Dalam ilmu epidemiologi secara klasik dikenal dua faktor resiko yaitu Faktor Intrinsik dan Faktor Extrinsik. Faktor Intrinsik adalah faktor yang ada pada manusia baik yang dibawa sejak lahir maupun yang diperoleh dari ibu sebagai ciri spesifik, termasuk kekebalan terhadap penyakit tertentu maupun kerentanan terhadap suatu penyakit. Faktor …

Selengkapnya »

Profesi Epidemiologi

Profesi Epidemiologi

Makalah ini pertama kali menjelaskan perlu adanya profesi kesehatan masyarakat dalam rangka pembangunan kesehatan. Lalu dijelaskan apa profesi itu dan standar keberadaan profesi, atas dasar mana dapat ditetapkan bahwa pelayanan epidemiologi merupakan salah satu profesi. Dalam rangka pembinaan profesi kesehatan masyarakat, IAKMI dan APTKMI telah membentuk Majelis Kolegium Kesehatan Masyarakat …

Selengkapnya »

Keputusan Rapat Anggota PAEI Cabang Bali

Selengkapnya »

Sejarah Perkembangan Imunisasi di Dunia

Sejarah Perkembangan Imunisasi di Dunia

PAEI.OR.ID – Deskripsi ilmiah yang membedakan antara cacar dan campak diuraikan oleh seorang dokter Persia, Muhammad ibn Zakariya ar-Razi (860-932), dikenal di barat sebagai “Ar-Razi”. Beliau menerbitkan sebuah buku berjudul: ”Kitab fi al-Jadari-al-Judari” yang dalam bahasa Indonesia lebih kurang adalah “Buku tentang cacar dan campak”. Pada 1529, wabah campak pernah …

Selengkapnya »

SK 08 MUNAS 2017 – Penetapan Formatur

Selengkapnya »

SK 07 MUNAS 2017 – Pokok Pokok Program Kerja

Selengkapnya »

SK 06 MUNAS 2017 – Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga

Selengkapnya »

SK 05 MUNAS 2017- Pertanggungjawaban Program Kerja

Selengkapnya »